Anomaly

Black as a raven but pure as a pearl
Dreamy as a daydream yet horrible as a nightmare
Softer than oil and mightier than a sword
Lovely like a sweet girl but quirky like a bastard

They say I’m a nerd.They say I have peculiar habits.They say I am a stranger.They say maybe I’m a kind of genius or someone who suffered mental disorder.I’m not a clinically depressed girl or such as.I’m not a genius too I guess.I’m just a self-proclaimed workaholic and well,bookaholic.

Is that my fault if I’m different from many other girls in my age?

In fact,I’m not that different!I still have long hair,wearing skirt to school,wearing dresses to formal parties (if it is required for dress code),and ugh still wearing bras,having my period each month,et ceteras.The point is just,physically I’m still a normal girl,really!

So what does make me different?
It’s easy to answer.
my thoughts!

Many girls in my school think that questions like “what kind of dresses they should wear to parties?”,”what hairdo they should do for an occasion?”, and” what make up they should put on their faces”, are the most important things in this whole world.They think that ‘who crushes whom’or ‘whose boyfriend is having an affair with whose girlfriend’ is the hottest topic ever to brag about. Bleh.I just can’t help myself not to turn my back and go away if these kind of ‘chit-chats’ are around.Is THAT my FAULT heh?The phrase says,when you are in Rome,just act like the Romans .Does it mean that I have to behave myself just like everyone in my community behaves?I don’t think so.

I want to have a great talk,it doesn’t mean that I only want to have a discussion about serious problems like Global Warming or political issues or maybe a scientific talk about human genes therapy using retrovirus as a vector.I would be glad to have a serious discussion like that,but It’ll be my pleasure too to talk about great novels and ancient greek mythology,Sophie Kinsella’s newest novels,or great box office movies maybe.I admit that I don’t really love dresses,make up,K-dramas,and any other kind of dramas.I try hard to understand that trivia.I buy dresses and high heels sometimes but I’ve never tried make ups or nail polish.I spend most of my money on books.I respect my friends’ hobbies.I respect their interests and I hope they can do the same thing to me.I mean,I know talking about books and health all day long is boring for them but please,don’t call me a nerd or don’t you ever think that I am depressed!I am just DIFFERENT ! I’m UNIQUE !My thought is COMPLICATED so that you can’t understand!Holly cheese balls ,I know that I’m an anomaly.

Well so,I'm just like'keep talking,I like it when you sound stupid' hahah

Well so,I’m just like’keep talking,I like it when you sound stupid’ hahah

Best regards,
Your Geeky Girl

Advertisements

Dalam Perjalanan Pulang-Laura Inggalls Wilder (Review)

tiff infomation
4/5

Judul : Dalam Perjalanan Pulang
Judul Asli :On The Way Home
Subjudul : Catatan Harian Perjalanan dari Dakota Selatan ke Mansfield,Missouri di tahun 1894
Pengarang : Laura Inggalls Wilder dengan keterangan tambahan Rose Wilder Lane
Penerbit :PT Bpk Gunung Mulia
Tahun Terbit : 2009
Cetakan : 9
Tebal Buku : 109 halaman

“Ia berhenti berbicara.Tak tahu harus berbicara apa lagi.Tak tahu harus berbuat apa.Kini aku tahu apa yang terjadi bila orang tak punya bahan makanan.Apa yang terjadi adalah tak bisa berbuat apa-apa,tak bisa menghasilkan apa-apa.”
-Rose Wilder Lane (p87)

Kekeringan parah di Dakota Selatan,memaksa keluarga kecil Laura Inggals Wilder pindah ke Mansfield Missouri pada tahun 1894.Dalam perjalanan mereka dengan kereta kuda menuju ke sana,Laura Inggalls menyempatkan diri untuk menulis catatan perjalanan mereka di sebuah buku tulis tipis seharga tiga sen.Laura menuliskan segala yang mereka alami dalam hari-hari perjalanan mereka dengan format seperti buku harian,mulai dari hari awal keberangkatan mereka sampai hari mereka berhasil membeli sebidang tanah yang subur di Mansfield.Indahnya pemandangan benua Amerika yang pada saat itu masih liar,kejamnya topan badai,sampai kelas-kelas sosial masyarakat Amerika pada masa itu digambarkan dengan jelas serta jujur dalam catatan ini.

On The Way Homeatau Dalam Perjalanan Pulang adalah sebuah catatan sejarah yang dituturkan dalam gaya bahasa sebuah novel.Putri tunggal Laura,Rose Wilder Lane turut menambahkan beberapa detail kejadian yang tidak dituliskan Ibunya.

Saya menikmati catatan sejarah ini sebagaimana saya menikmati novel-novel fiksi ilmiah atau roman yang biasa saya baca!Inilah kehebatan Laura Inggals,ia mampu menyajikan kisah sejarah yang sederhana dengan cara bertutur yang membuat pembaca tidak bosan.Kisahnya yang sederhana kerap kali menyentuh dan indah.Dalam jilid ini saya menyukai sebuah adegan di saat keluarga Inggals baru menempati rumah baru mereka.Kala itu,seluruh uang keluarga Inggal baru dihabiskan untuk membeli tanah pertanian di Mansfield,uang sisanya hanya cukup dipakai untuk membeli dendeng dan tepung jagung untuk makan malam.Dalam kondisi serba terbatas itu,datanglah seorang pria yang mencari pekerjaan pada keluarga Inggals,ia memiliki lima orang anak dan mereka sudah tiga hari tidak makan.Almanzo Wilder,suami Laura,membagi tepung jagung dan dendeng yang mereka miliki untuk orang itu.

Dari kisah itu saya belajar bahwa Amerika yang kini dikenal sebagai negara super power pun pernah mengalami masa-masa di mana penduduknya kelaparan dan terpaksa meminta-minta.Luar biasanya,mereka memiliki warga negara dengan moral yang baik dan mau saling menolong.Saya rasa hal inilah yang mendukung negeri ini untuk bisa menjadi maju seperti hari ini.

Buku ini memang tidak melalui proses editing demi menjaga keorisinalitasannya.Apa yang tercetak di atas kertas sama persis dengan apa yang ditulis Laura di buku hariannya jadi saya memaklumi grammar nya yang agak semrawut dan beberapa kalimatnya yang terkesan tidak nyambungsatu sama lain,terlihat jelas bahwa Laura hanya mencatatkan informasi-informasi penting tanpa berusaha menyusunnya menjadi narasi.Saya yakin Laura juga mempunyai kesibukan yang berarti selain menulis buku harian pada saat itu sehingga kali ini saya memaafkan kesalahan pilihan katanya walaupun biasanya saya paling cerewet masalah ini.

Buku ini sangat tipis sehingga dua jam saja saya sudah bisa menamatkannya.Ohya,di antara kalian para pembaca pasti ada yang bertanya-tanya mengapa saya kadang menulis resensi dalam bahasa Inggris,kadang bahasa Indonesia,tidak konsisten.Saya menulis resensi berbahasa Inggris apabila buku yang saya baca berbahasa Inggris,demikian juga apabila buku yang saya baca berbahasa Indonesia maka rensensinya juga saya buat dalam bahasa Indonesia.Jadi harap pembaca memaklumi ketidak konsistenan saya,maklum masih remaja,jadi labil,hehe.

Sekian dulu untuk hari ini,sampai jumpa di buku selanjutnya!
MY RATING

The House of Silk-Anthony Horowitz (Review)

house of silk anthony h

“Childhood,afterall is the very first coin poverty steals from children.”

This ‘new’ Sherlock Holmes story by a popular criminal stories author-Anthony Horowitz-is a really thrilling story.The setting was-like most others Sherlock’s stories-in London around the 1800s years.It was written using Doctor Watson point of view,just as Conan Doyle’s original versions.

Sherlock and Watson was visited by a wealthy man who was being spied by a member of a cruel gangster which he met in Boston years ago.This spy was murdered later.This affliction,led Sherlock to a really more complicated problem.One of the London Street Children was found murdered tragically not long after that and the murderer,whoever they were,left a piece of fine white silk.This time,Sherlock and Watson got a light bulb,at least they knew that their real enemy is a big organisation called The House of Silk.They continued solving this case although the man who hired them had asked them to stop.Finally,On a night when everything got worse and worse,they could reveal the biggest and dirtiest crime in the government of England,even though Sherlock was nearly killed that night.

This book isn’t a kind of novel that I usually love.Well,actually I have read this book last December but since it didn’t left a special ‘thrill’ or ‘feeling’ on my mind,I didn’t write its review as soon as I finished it.But still,I think some of my readers are criminal novels fans so yeah I tried hard to remember the plot of this story.After all The House of Silk is well written and the author knows how to make twists and a good plot.But maybe its story is too complicated to be summed up just in a criminal novel.It’s more like a TV series than a criminal novel.I prefer Agatha Christie‘s novels than this one to be honest,not because this one is bad or what,just as I’ve said,it’s too complicated and so damn long.Agatha‘s novels are usually shorter and simpler and on reality criminality goes in a simple plot.Humans interact and hurt each other in a cruel yet creative ways.That’s the main point!

So,I think that’s all about The House of Silkby Anthony Horowitzif you are curious with the end of the story or maybe the complicated plot that made your stubborn geeky girl confused when was reading it,just purchase a copy at amazon.com or read the e-book on goodreads!

MY RATING

Prettyrize’s Prettiest Bracelets !(Review)

Have you ever bought something online?Shoes or clothes maybe?I have.This time I want to review an online shop which sells pretty bag charms,bracelets,and everything pretty!

This shop is owned by a young lady called Gabriella and it’s based in Makassar,Indonesia.I first found her online shop on instagram,it was tagged by @verenlee if I’m not mistaken.Then I tried to order a piece of bracelet.It came on time,it only took two days from Makassar to Surabaya!Here are some photos from @prettyrize official account :

prettyrize_2014-10-15_17-03-07

This is the one that I ordered,I love it really damn much!I’ve never worn any bracelets to schools,but this one is a totally different thing!!<3
prettyrize_2015-02-05_21-28-25
prettyrize_2015-02-26_10-34-23
prettyrize_2015-02-28_04-11-45
prettyrize_2015-03-01_20-08-27

Pretty Bracelets,nice and kind seller sista,good service,and the most important thing is a really punctual delivery service!!!Worth to try!What are you waiting for?Add line:prettyrize and own your pretty bracelets!

All pictures credit to @prettyrize instagram official account

Supernova #4:Partikel by Dee (Dewi Lestari)

partikel

Judul : Supernova;Partikel
Penulis :Dee (Dewi Lestari)
Penerbit :PT Bentang Pustaka
Tahun Terbit :2012
Tebal : 500 hlm

4/5
“Akhirnya kumengerti betapa rumitnya konstruksi batin manusia.Betapa sukarnya manusia menganggalkan bias,menarik batas antara masa lalu dan masa sekarang.Aku kini percaya,manusia dirancang untuk terluka.”(p 264)
Zarah Amala dibesarkan dengan cara yang unik oleh Ayahnya,Firas.Zarah memiliki sudut pandang yang berbeda tentang hidup.Ia memandang hidup sebagai suatu perjudian,di mana ia mempertaruhkan satu per satu keping kepercayaannya.Firas Sang Ayah yang ia kagumi pergi meninggalkannya dan Hara adiknya serta Aisyah Ibunya.Sejak hari itu,pencarian Zarah telah resmi dimulai.Pencariannya membawanya jauh hingga ke Tanjung Puting Kalimantan dan sampai pada akhirnya perkenalanannya dengan orang-orang baru menuntun hidupnya hingga ke London.Ketika ia tiba di suatu titik dalam kehidupannya di saat semua keping kepercayaannya telah habis ia perjudikan namun ia tetap tidak mendapatkan apa-apa,di saat itulah justru ia menemukan titik terang terhadap pencariannya.Tapi,ia yakin bahwa pelariannya masih belum berakhir.Nun jauh di Bandung,Elektra dan Bodhi bertemu.

Seperti biasa, Dee mampu menyajikan ramuan emosi dengan indah dan jujur.Pengkhianatan dalam persahabatan,sakitnya rasa kehilangan keluarga,dan pahitnya perselingkuhan dalam kisah cinta sederhana dijabarkan dengan apik seperti biasa dalam Partikel.
Topik yang diangkat Dee kali ini agak berbeda dibanding Akar dan Petir walaupun intinya masih sama-sama tentang pencarian jati diri tokoh utamanya.Dee menyuguhi pembaca suatu karya fiksi ilmiah yang mengupas topik segar tentang enteogen dan teori-teori awal mula kehidupan.
Banyak sekali pengetahuan baru yang saya dapatkan setelah membaca Partikel.Saya mengacungkan jempol untuk tekat Dee dalam melakukan riset untuk buku ini!

Bahasa yang digunakan Dee agak berat,penuh kosakata asing dan kata-kata ilmiah.Akan jauh lebih membantu apabila penerbit menyertakan glossarium di belakang hard copy.Tapi sebenarnya,para pembaca setia karya-karya Dee sudah seharusnya terbiasa dengan gaya bahasanya yang ‘berat’ tersebut.

Sekian dulu ulasan yang dapat saya tulis.Semoga bermanfaat!Buku ini mendapat empat bintang dari lima yang saya punya!!