Gerbang Nasib-Agatha Christie

gerbang nasib
“Damaskus dengan empat gerbang besar…
Gerbang Nasib,Gerbang Gurun,Lubang Bencana,
Benteng Kengerian…
Jangan Lalui,O Karavan,
Jangan lalui sambil bernyanyi..
Kau dengar….
Kesenyapan yang datang ketika burung-burung mati,
Namun terdengar sesuatu mencicit bagai suara burung?”

James Elroy Flecker
Dari Gerbang-gerbang Damaskus

Pertama kali melihat buku ini di perpustakaan sekolah,saya langsung tertarik.Bukan karena sampulnya ataupun sinopsisnya tapi judulnya!Ya,judulnya benar-benar unik dan menarik perhatian saya.Jujur menurut saya judul novel pembunuhan yang bunyinya seperti ‘Misteri Rumah Tua’ atau ‘Misteri Sebutir Safir’ sama sekali tak menarik minat saya.Entah kenapa.Nah,itulah salah satu sebab kenapa saya suka novel-novel pembunuhan karangan Agatha Christie-judulnya selalu anti mainstream,unik,dan membuat saya tertarik untuk membacanya.Gerbang Nasib.Apa maksudnya?Tentang apa kisahnya?Covernya gambar kuda pula,ha saya tak bisa menerka dan menjadi sangat penasaran.Buku yang saya pinjam dari perpustakaan ini memang edisi lama,halaman-halamannya sudah menguning tapi I love the smell of rusty books!Buku dari perpustakaan itu tak ada duanya karena kita tak tahu mata siapa saja yang pernah membaca lembar-lembarnya ataupun tangan siapa yang pernah membalik halaman-halamannya #backtotopic Oke,jadi intinya saya tertarik pada buku ini sehingga membacanyapun semangat sekali!
Pasangan detektif Tommy dan Tuppence (Prudence) sudah beranjak tua,mereka memutuskan untuk pindah ke sebuah rumah di desa kecil.Mereka ingin pensiun dan hidup tenang dengan berkebun,tapi nasib berkata lain.Rumah mereka yang baru bernama The Laurels (pohon-pohon salam) dulunya pernah menjadi rumah keluarga besar Angkatan Laut.Memang sudah lama sekali,sebelum tahun 1914,sebelum perang pertama pecah,namun masih ada rahasia besar yang tersembunyi di dalamnya.Tuppence sepertinya memang ditakdirkan sebagai orang yang pada akhirnya menguak rahasia itu.Semua berawal ketika Tuppence membongkar-bongkar rak buku tua yang ada di loteng.Ketika itu,Tuppence membaca salah satu buku tua yang ia suka dan di dalamnya ia mendapati beberapa kata yang digaris bawahi dengan tinta merah.Kata-kata itu bila disusun membentuk satu kalimat : Mary Jordan mati tidak wajar.Dia salah satu dari kami.Naluri Tuppence untuk selalu mengendus kriminalitas segera muncul,bahkan sekali ini ia memutar mundur waktu demi itu.Siapakah Mary Jordan?Mary Jordan mati tak wajar?Tuppence melakukan penyelidikan ala nenek-nenek Inggris,penyelidikannya santai dan fleksibel,namun benar-benar cerdas.Ia berhasil tahu bahwa Mary Jordan mati karena memakan daun foxglove akibat kekeliruan juru masak,ada yang bilang Mary adalah mata-mata Jerman.Akhirnya Tommy sang suamipun juga ikut-ikutan tertarik dengan kesibukan baru istriya,ia ikut membantu penyelidikan dan bersama Hanibal anjing mereka juga!Penyelidikan mereka semakin maju,mereka menemukan Mathilde -kuda kudaan kayu yang tengahnya berlubang dan disumpal macam-macam barang-(Gambar kuda di sampul depan adalah Mathilde),Oxford dan Cambridge,dan macam-macam lagi.Mereka terus bekerja tapi ada seseorang yang ingin menghentikan mereka.Rahasia yang sedang berusaha dikuak Tommy dan Tuppence besar sekali pengaruhnya pada dunia politik.Rahasia itu,bukti itu-bukti yang tersembunyi di dalam rumah mereka sendiri dapat bercerita tentang banyak hal.Bercerita tentang pekerjaan-pekerjaan kotor di balik dinding yang dilakukan oleh tokoh-tokoh yang tampaknya jujur dan berwibawa,orang-orang yang memanfaatkan kepercayaan sebagai senjata.Bukankah semua itu sudah terjadi lama sekali?Apakah ada lagi gunanya bila dikuak?Semua yang terlibat sudah meninggal kan?Memang,namun itulah kehidupan dalam suatu negara.Segalanya berulang.Apa yang pernah terjadi di masa lampau dan seakan telah mati sebenarnya kini sedang bertumbuh diam-diam,dan sekali lagi memanfaatkan kepercayaan sebagai senjata.Pada akhir penyelidikan diketahui bahwa rahasia yang dikuak Tommy dan Tuppence membongkar semua kedok dan tempat-tempat pertemuan komplotan yang membocorkan rahasia denah kapal selam 60 tahun yang lalu,dan tempat-tempat tersebut mulai digunakan lagi saat itu sebagai tempat pertemuan rahasia para penguasa yang haus kekayaan.
Walaupun novel ini adalah novel kriminal yang tidak banyak mengandung kutipan-kutipan indah,saya sempat menggaris bawahi beberapa kalimat yang saya suka :
1.“Ah,kau,”kata Tuppence.”Jadi orang sebaiknya punya harapan.Itu sangat penting dalam hidup.Harapan.Ingat?Aku selalu penuh harapan.”-Tuppence
2.Dan Flora yang materialistis.Dan sifat seperti itu dianggap tidak baik pada jaman dulu.Dan kita sekarag?Apakah kita juga materialistis?

Setelah membaca habis novel ini,saya cukup puas dengan endingnya tapi sebenarnya agak kurang menikmati beberapa bagian cerita.Masalahnya sebenarnya sederhana,saya belum pernah membaca kisah Tommy dan Tuppence yang sebelumnya dan di kisah yang ini banyak sekali disinggung-singgung tentang kasus-kasus mereka ketika masih muda sehingga saya tak terlalu paham apa maksudnya.Misalnya saja ada banyak kalimat seperti ini,’Ah,ini seperti kasus M atau N’ atau mungkin ‘Oh iya mudah saja..angsa angsa angsi!’ dan ada juga ‘Hmm seperti kasus Jane Finn ya?’Bagi pembaca yang sudah pernah membaca kisah Tommy dan Tuppence ketika muda mungkin hal ini tidaklah menjadi masalah,tapi lain bagi saya.Jadi saya sarankan bagi pembaca yang belum pernah membaca kisah sebelumnya (seperti saya),jangan baca kisah yang ini dulu!Coba cari seri yang lebih awal dulu lalu jika sudah baru baca yang ini.Karena kalau tidak kan sayang bila cerita yang sudah bagus ini jadi terasa rumit hanya karena ‘kesalahan teknis’ saja seperti yang terjadi pada saya.Terlepas dari itu buku ini cukup seru dan layak untuk dibaca!
3,5 bintang dari saya untuk Gerbang Nasib!
p.s:Oh,ya judul novel ini diambil dari nama baru yang diberikan Tommy dan Tuppence kepada rumah mereka.Semula rumah itu bernama The Laurels lalu dijuluki Gerbang Nasib oleh mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s