Supernova:Ksatria,Putri,Dan Bintang Jatuh-Dewi Lestari

I give 4 stars from 5 for this book!

I give 4 stars from 5 for this book!

“Dulu aku adalah pujangga
Seorang arwah pujangga
Tersasar masuk kedalam tubuh mungilku
Dulu aku berkata-kata bak mutiara nan wangi
Dan mutiara sangatlah aneh di tengah batu kali
Pikiranku bagai seribu persimpangan
Dalam sekotak korek api
Karena itulah aku anomali.”
(p 83)

Seri pertama Supernova karya Dewi Lestari ini begitu memikat,mendobrak sudut pandang kita yang selama ini sempit mengenai hidup.
Plot novel ini agak rumit.Saya sendiri tidak seberapa memahaminya saat baru membaca beberapa bab awal.Dikisahkan ada dua orang pria homoseksual yang ingin menciptakan sebuah masterpiece berupa novel roman ilmiah.Ruben sang ilmuwan yang bertugas menjelaskan prinsip dan teori-teori sains,sementara Dhimas sang pujangga yang mengetikkan alurnya.Dhimas dan Ruben menuliskan kisah Ksatria,Puteri,dan Bintang jatuh.Di sela-sela tiap kisah,setting kembali pada Ruben dan Dhimas yang berdebat tentang kelanjutan kisahnya,kerap kali perdebatan itu diiikuti penjelasan panjang Ruben tentang teori-teori ilmiah.
Sang Ksatria digambarkan mereka sebagai seorang pemuda sempurna yang tidak bahagia.Tokoh ini dinamai Ferre.Lantas Sang Ksatria bertemu dengan Sang Puteri yang sayangnya telah bersuami.Tokoh Bintang Jatuh diwakili oleh Diva Si Manusia Paradoks.Konflik yang terjadi adalah konflik percintaan diam-diam antara Ksatria dan Putri serta kehidupan Sang Bintang Jatuh yang menarik.Tokoh-tokoh yang terlibat konflik dalam cerita ini meminta bantuan dari seorang Avatar Misterius di dunia maya yang menyebut dirinya sendiri Supernova.Supernova memiliki pandangan-pandangan baru yang mampu menyibak mata kita mengenai kerumitan hidup.Siapakah Supernova sebenarnya?
Pertanyaan ini baru terjawab di ending novel.Sangat tak terduga!Takdir tokoh-tokoh tersebut akhirnya berubah,dan bagaimana dengan Ruben serta Dhimas?Mereka secara tak sengaja menemukan sebuah situs di dunia maya yang berjudul Supernova.Situs itu persis seperti Sang Avatar yang mereka tulis pada novel mereka.Itu semua bukan kebetulan,semesta ini saling berkesinambungan.Itu pelajaran yang saya dapat dari novel ini.
Seperti yang sudah kita tahu bersama,karya-karya Dee selalu ‘berat’.Penggunaan banyak sekali istilah ilmiah dan psikologi di buku ini memang membuat kepala pusing,namun bagus juga untuk menambah pengetahuan.Penggunaan diksinya indah,pencampuran ras yang ada tampak alami dan tidak diskriminatif.Inilah salah satu alasan Dee menjadi penulis Indonesia favorit saya!
Tokoh yang paling saya suka adalah Ale sahabat Ferre.Entah kenapa tokoh itu rasanya jadi penyegar di tengah keruwetan cerita.
Berikut beberapa kutipan yang saya suka :
1.Cinta tidak butuh tali,karena cinta seharusnya membebaskan bukan mengikat.
2.Tidakkah ada yang melihat?Betapa ketulusan bisa menjadi teramat konyol?(p 31)
3.Hasrat yang berlebih tanpa persiapan bisa berakibat fatal (p 31)
Tidak butuh kertas atau coretan garis.Genggam jantungku dan hitung denyutannya.Sebanyak itulah aku merindukanmu puteri..”

4 dari 5 bintang yang kupunya!
Check tumblr saya di sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s